Laman Utama
Terapi Pusat Rawatan Madinatul Asrar

BEKAM SUNNAH NABI & MUKJIZAT MEDIC

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, iaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berubat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda :

“Sesungguhnya method pengubatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Bekam merupakan suatu teknik pengubatan Sunnah Rasulullah Saw yang telah lama dipraktikkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala, kini pengubatan ini dimodenkan dan mengikuti kaedah – kaedah ilmiah, dengan menggunakan suatu alat yang praktikal dan efektif sera tanpa efek samping.

Teknik pengubatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan kulit. Toksid / toksin adalah endapan racun / zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksin ini berada pada hampir setiap orang. Toksin – toksin ini berasal dari pencemaran udara, mahupun dari makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran dll.

Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, kerana itu banyak toksid / racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksid / racun) yang sangat berkesan / mujarab serta tiada efek samping. Berbekam sangat berkesan untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh / badan serta memberi seribu harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.

BEKAM MENURUT MEDIK:

1) Memperbaharui sel-sel tubuh yang sudah rosak
2) Mengambil darah mati ( darah yang sudah tidak mengikat oksigen)
3) Detoksifikasi ( menghilangkan racun dalam darah)

BEKAM MENURUT PERSPEKTIF DUNIA PERUBATAN MODEN

Ilmu pengubatan hijamah/bekam warisan Nabi ini ternyata dalam dunia perubatan barat sudah lebih popular dibandingkan masyarakat muslim dan lebih dikenali sebagai cupping atau istilah yang semakna dengannya. Buku “The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy In Cupping Therapeutic Method” yang di tulis oleh Kohler D (1990) menjelaskan betapa jaringan-jaringan penghubung di dalam tubuh manusia merupakan media fizik untuk menghantar suatu energi. Apabila terjadi gangguan dalam jaringan tersebut, maka metabolisme tubuh menjadi tidak seimbang dan tubuh akan merasa tidak nyaman. Bekam merupakan salah satu cara untuk mendapat kesembuhan.

Tim Handley of the BBC ‘had conventional acupuncture and cupping therapy for a painful shoulder. He told BBC News Online: “I had four treatments and it really knocked it on the head. It was brilliant. After the first time I had it I felt absolutely fantastic. The difference was so tangible. It was wonderful.” ‘

Sebagai alternatif pengubatan, bekam merupakan kaedah yang paling tepat ketika dunia perubatan moden tidak mampu mengatasinya. Tanpa teknologi canggih, pembekaman pada satu poin di antara poin-poin istimewa di sekitar tengkuk sahaja dapat menyembuhkan 72 penyakit. Sebuah buku juga telah ditulis oleh Thomas W. Anderson (1985) yang berjudul “100 Diseases Treated by Cupping Method”, yang ternyata sesuai dengan hadith Nabi disekitar 600M yang diriwayatkan oleh At-Thobroni:

Rasulullah bersabda,

“Hendaklah kalian semua melakukan pengubatan dengan bekam di tengah tengkuk, kerana sesungguhnya hal itu merupakan ubat dari tujuh puluh dua penyakit”

POIN-POIN ISTIMEWA

Poin istimewa di atas setelah dilakukan penelitian ternyata merupakan “motor points” pada perlekatan neuromuscular (neuromuscular attachment) yang mengandungi banyak mitokondria, kaya salur darah, mengandung tinggi mioglobin, sebahagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung cell mast/basophils, lymph nodes, capillary, venule, bundle dan nerve plexus serta hujung saraf akhir, di banding dengan bukan poin istimewa. Callison menyatakan: A motor point is defined as “the most electrically excitable area of the muscle, and represents the greatest concentration of nerve endings”. Motor points are not exact anatomical points, but follow a reasonable fixed pattern of locations. These points can be identified clinically as the site where a twitch may be evoked in response to minimal electrical stimulation without producing contraction elsewhere in the muscle. Motor points are located on the skin over the muscle and correspond approximately to the level at which the nerve enters the muscle belly. This area is known as the neuromuscular junction or zone of innervation.

Komunikasi Antara-Sel dalam Sistem Imun

Menurut pandangan Psikoneuroimmunologi, sistem imun tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh sistem lain, iaitu sistem saraf dan sistem endokrin. Pengaruh ini terlaksana melalui hantaran signal antara-sel (intercell-signalling) sehingga menghasilkan komunikasi antara-sel (cell-communication). Albert membezakan empat cara komunikasi antara sel:

Komunikasi melalui molekul signal

1. Komunikasi melalui molekul terpapar membran
2. Komunikasi melalui hubungan celah (gap junction)
3. Komunikasi melalui molekul signal masih dapat dibahagi lagi bergantung pada letak sel sasaran

PENGARUH BEKAM TERHADAP RESPONS KETAHAN TUBUH

Mereka membuktikan apabila melakukan pembekaman pada satu poin, maka di kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari sel mast/basofil dan lain-lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi (pengembangan) kapiler dan arteriol serta flare reaction pada daerah yang di bekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadi perbaikan microcirculation salur darah. Akibatnya timbul kesan relaksasi otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurun tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releaseing factors lainnya seperti adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai kesan penyembuhan peradangan serta menstabilkan permeabiliti sel.

Sedangkan golongan histamine yang ditimbulkannya mempunyai manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rosak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell (REC), yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunisasi (kekebalan tubuh). Sistem imun ini terjadi melalui pembentukan interleukin (IL) dari sel kerana faktor neural, peningkatan jumlah sel T kerana peningkatan enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun, subsansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun, serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahawa pembekaman di kulit akan menstimulasi kuat saraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui saraf A-delta dan C, serta tractus spino thalamicus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan bahagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi salur darah kulit dan peningkatan kerja jantung.

Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitary sehingga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, ADM. Sedangkan melalui sistem periferi langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotrophin, estrogen, progesterone, testosterone. Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari titik yang di bekam untuk tujuan penyembuhan segala penyakit.

Ustaz Dr Ali Muhammad Muthowi, beliau adalah Dekan Pertama Fakulti Perubatan Al-Azhar dan Pakar Radiologi dan Tumor mengatakan tentang hijamah/bekam:

“Hijamah merupakan pengubatan yang popular dan banyak digunakan di Mesir hingga akhir-akhir ini. Ia memiliki landasan ilmiah yang cukup dikenal iaitu bahawa organ-organ dalam tubuh berhubungan dengan bahagian-bahagian tertentu pada kulit manusia di titik masuk saraf yang menyalurkan makanan kepada organ-organ tersebut di saraf tulang belakang. Dengan adanya hubungan ini, maka dengan rangsangan apapun yang di arahkan pada kulit mana pun pada bagian tubuh ini, akan mempengaruhi organ-organ internal yang berhubungan dengan kulit ini. Teori ini sama dengan yang digunakan untuk pengubatan jarum akupuntur China untuk mengubati penyakit-penyakit.”

Caroline Rea menyatakan mengenai terapi acupuncture:

“People often use acupuncture to relieve pain. Western medical researchers who have studied acupuncture believe that it may reduce pain through body chemicals that have calming effects (opioid peptides), or by affecting glands (such as the hypothalamus) that produce substances the body uses.”

Seorang peneliti Jerman pula menyatakan:

“Sungguh, bekam mampu memberikan hasil sepuluh kali ganda dibandingkan pengubatan dengan metod tusuk jarum China (Acupuncture)”

Dr Amir Muhammad Sholih (Pensyarah Undangan di Universiti Chichago, peraih penghargaan di Amerika di bidang pengubatan natural dan anggota Organisasi Alternative Medicine di Amerika) mengatakan:

“Pengubatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum-kurikulum perubatan di Amerika. Mereka yang menjalankan pengubatan dengan bekam boleh menggunakan peta titik-titik saraf di tubuh yang biasa digunakan oleh pelaku pengubatan tusuk jarum (acupuncture) untuk mengubati penyakit yang sama. Tetapi dalam acupuncture, yang dihasilkan hanyalah rangsangan terhadap titik saraf, sedangkan dalam bekam, selain dihasilkan rangsangan pada titik saraf, juga terjadi pergerakan aliran darah dan rangsangan terhadap organ kekebalan tubuh.”

(Artikel di Majalah berbahasa arab Al-Ahrom. Eds 218, Mei 2001M)

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah dalam Thibbun Nabawi, bahwa pengubatan bekam harus dilakukan secara bersamaan dan terpadu dengan pemakaian bahan-bahan alami seperti madu, habbatussauda, herba yang bersesuaian disertai zikir mahupun doa di setiap waktu dan setiap melakukan aktiviti. Diikuti doa-doa ruqyah syar’iyyah, mengamalkan islam secara nyata sebagai alternative untuk memperbaiki respons emosional positif dan mengefektifkan coping.

KESIMPULAN

Orang barat mulai mengadakan pelbagai riset dan penelitian tentang pengubatan alternatif (thibbun nabawi) dengan hasil yang melampaui semua perkiraan, sementara kita masih menyembunyikan kepala di dalam pasir. Dunia sains perubatan moden menjadi ’tercengang’ dengan model pengubatan bekam kerana terbukti memiliki daya penyembuh segala penyakit bahkan yang tergolong dalam penyakit acute seperti penyakit jantung, ginjal, peparu, diabetes, tumor, stroke dan sebagainya. Usaha penulis ini ternyata masih memerlukan orang lain yang akan menyempurnakan kekurangannya dan meluruskan kesalahannya.

Justeru wahai Para Ilmuan yang terhormat! jika kita ingin membicarakan bekam sebagai salah satu cabang thibbun nabawi maka harus ada amanah dan tanggungjawab untuk melakukan perbandingan yang saksama antara perubatan moden dan alternatif sehingga kita memiliki landasan ilmiah yang kukuh. Apabila Quran & Sunnah difahami dan dihayati secara jelas maka iman umat islam dapat meningkat sekali gus mencapai kecemerlangan. Mudah-mudahan umat ini memahami bahawa dengan mengamalkan dan menegakkan keseluruhan syariat Allah SWT di muka bumi adalah kewajipan bertujuan mengaktualisasikan keislaman kita.

“Sesungguhnya pada Rasulullah SAW contoh teladan yang baik untuk kamu jadikan ikutan, bagi sesiapa mengharapkan keredaan Allah dan balasan baik pada hari akhirat, dan dia dalam keadaan baik mengingati Allah.”

(Surah Al-Ahzaab, ayat 21)

Wallahua’lam

TYPES OF CUPPING

1) Weak Cupping (Tonifying)

In Traditional Chinese Medicine, the fire used in this method is less intense and therefore so is the suction, making it a gentle treatment that can be used on patients of any age.

According to Chinese medicine, this method is intended to remove stagnation and tonify weak Qi and Blood without depleting energy in the weak or frail. Basically, it means cupping will improve stress conditions, and the overall constitution of the body. Weak cupping is said to be effective for excess Heat conditions, such as stress, stomach problems, or neurological conditions such as paralysis and post-stroke weakness.

2)  Medium Cupping (Tonifying)

Suction in medium cupping is firmer than the weak method and can be safely administered to children over age 7 as well as adults.

Muscular pains, stress-related conditions, children's ailments, and the basic constitution of the body can all benefit from medium cupping treatments. The term "tonifying" from Traditional Chinese Medicine means it will also act in enhancing and improving the basic constitution of the body.

3) Strong Cupping (Draining)

The suction in this method is the firmest and therefore drains energy from the patient. Because strong cupping is considered to manipulate significant amounts of Blood and Qi, it often leaves marks on the patient.

The purpose of such a treatment in Traditional Chinese Medicine would be to remove toxins and imbalances that cause diseases and to improve blood circulation. This method also treats painful, swollen joints as well as Frozen Shoulder Syndrome.

4) Moving Cupping

Moving cupping applies Strong cupping therapy to a larger area of the body. Cups may be moved while attached, the cream acting as lubricant. Allows for cupping larger areas, or better placement of cups. When moving a cup, grip the cup low on the bowl, and use the fingers of the non-pulling hand to gently hold the skin taut behind the cup as it moves. Often used on the Bladder Channel on the back. Traditional Chinese Medicine considers moving cupping effective for excess Heat conditions of the skin, such as acne, skin lesions, and inflammation. It benefits neurological conditions such as paralysis and post-stroke weakness and painful swollen joints, by manipulating excess energy and bringing up the Heat to the surface of the skin.

5) Needle Cupping (Draining)

Needle cupping is used by acupuncture practitioners especially for red and painful knee and elbow joints.

It is said to treat the pain and remove excess pathogenic heat at the same time .

 

6) Moxa (Hot Needle) Cupping

Moxa (Artemisia Vulgaris, or Mugwort) )is a great warming herb available both in loose form and in round, long cigar-shaped format. It is used by acupuncture practitioners for the common cold and flu, and is said to tonify the Qi and Blood, i.e., improving the overall constitution of the body.

Hot Needle Cupping is said to relieve Cold Syndromes (of the Spleen and Stomach) and pain (arthritic joint pains, backaches and cold). Traditionally, it also treats conditions from bed wetting to sexual complaints such as impotence, and some difficulties in pregnancy.

7) Empty (Flash) Cupping

A Medium to Strong cupping method with very short applications, Empty Cupping is said to stimulate and move Blood and Qi on the weak and frail, particularly when Cold or Heat is the pathogenic factor. In other words, this form of cupping is used to raise the immune system in the weak and frail.

This method is commonly used for treating children. The cups are applied and quickly popped off again.

8) Full (Bleeding) Cupping

In this method, bleeding is begun with a lancet before the cup is applied. Full cupping is traditionally employed by practitioners, especially in Europe, to purge foul blood (toxins), considered the cause of disease, from the body.

Today, it is commonly used for sudden increases in blood pressure, discharging pus from boils and furuncles, Blood-Heat, and stagnation (constipation, diarrhoea, and other stomach problems).

9) Herbal Cupping

Herbal cupping is employed when stiffness and aching occurs, usually in the neck and shoulders (common cold, asthma and cough), caused by external factors such as Cold, Damp and Wind attacking the body.

This method requires bamboo cups, a deep pan, water, metal clamps, fire and herbs in a prescription from a traditional medicine practitioner. The herbs and bamboo cups are immersed in with water in a deep pan, boiled, then simmered for 30 minutes before applying.

10) Water Cupping

Water cupping treatments require a highly experienced practitioner.

This method involves the very quick and dexterous application of a glass or bamboo cup filled one-third full with warm water, without spilling the water! It is said to be beneficial for dry coughs, asthma, rheumatism, localized swellings, and pain.

DARAH

Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnannya merah. Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya kadar oksigen dan karbon dioksida didalamnya. Darah yang banyak mengandung karbon dioksida warnanya merah tua. Adanya oksigen dalam darah di ambil dengan cara bernafas, dan zat tersebut sangat berguna pada peristiwa pembakaran/ metabolisme di dalam tubuh. Vikositi/ kekentalan darah lebih kental dari pada air yang mempunyai BJ 1,041-1,065, temperatur 380C, dan PH 7,37-7,45.

Darah selamanya beredar di dalam badan oleh kerana adanya kerja atau pam jantung.   Selama darah beredar dalam saluran maka darah akan tetap cair, tetapi kalau ia keluar dari pembuluhnya maka ia akan menjadi beku.   Pembekuan ini dapat dicegah dengan jalan mencampurkan ke dalam darah tersebut sedikit ubat anti-pembekuan / sitrus natrikus.   Dan keadaan ini akan sangat berguna apabila darah tersebut diperlukan untuk pemindahan darah.

Pada tubuh yang sihat atau dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1 / 13 daripada berat badan atau kira-kira 4-5 liter.   Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung, atau pembuluh darah.

A.   Fungsi Darah

a) Sebagai alat pengangkut iaitu:

Mengambil oksigen / zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Mengangkut karbon dioksida dari rangkaian untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

Mengambil bahan-bahan makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibahagikan ke seluruh rangkaian / alat tubuh.

Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui buah pinggang dan kulit.

b) Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibodi / zat-zat anti racun.

c) Menyebarkan panas keseluruh tubuh.

B.   Kandungan Darah

Kandungan dalam darah:

Air: 91%

Protein: 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinigen)

Mineral: 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam fosfat, magnesium, kalsium, dan zat besi).

Bahan organik: 0,1% (glukosa, lemak asam urat, kreatinin, kolestrol, dan asam amino).

C.   Bahagian-bahagian Darah

Sel-Sel Darah

1) Sel darah merah (Korpuskel)

Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakera / bikonkaf dan tidak mempunyai inti.   Saiz dia kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak.Banyaknya kira-kira 5 juta dalam 1 mm3 (41 / 2 juta).   Warnanya kuning kemerahan, kerana di dalamnya mengandungi suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandungi oksigen.

Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru-paru.   Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di rangkaian akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen,   dan seterusnya.   Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.

Sel darah merah (eritrosit) dihasilkan di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati.   Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap.   Mula-mula besar dan mengandungi nukleus dan tidak mengandungi hemoglobin dan dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan siap diedarkan dalam peredaran darah yang kemudian akan beredar di dalam badan selama kebih kurang 114 - 115 hari, selepas itu akan mati.   Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat iaitu hematin yang mengandungi Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin iaitu suatu zat yang terdapat di dalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida.

Jumlah normal pada orang dewasa kira-kira 11,5 - 15 gram dalam 100 cc darah.Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%.   Sel darah merah memerlukan protein kerana strukturnya terdiri daripada asid amino dan memerlukan pula zat besi, sehingga diperlukan diit seimbang zat besi.

Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini boleh berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah.   Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanya disebabkan oleh perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.

2.   Sel darah putih (leukosit)

Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam-macam inti sel sehingga ia dapat dibezakan mengikut inti selnya, warnanya bening(tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000.

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh iaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteria yang masuk ke dalam rangkaian RES (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfa, sebagai pengangkut iaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh jaringan tubuh manusia.   Pada kebanyakan penyakit adalah disebabkan oleh kemasukan kuman / jangkitan maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya.   Hal ini disebabkan sel leukosit yang biasanya tinggal di dalam kelenjar limfa, sekarang beredar dalam darah untuk mempertahankan tubuh daripada serangan penyakit tersebut.   Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.

Macam-macam leukosit meliputi:

Agranulosit, Sel leukosit yang tidak mempunyai granula di dalamnya, yang terdiri daripada:

Limposit, macam leukosit yang dihasilkan dari rangkaian RES dan kelenjar limfa, bentuknya ada yang besar dan kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula dan intinya besar, banyaknya kira-kira 20% -15% dan fungsinya membunuh dan memakan bakteria yang masuk ke dalam   jarigan tubuh.

Monosit, terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan banyaknya 34%.   Di bawah mikroskop terlihat bahawa protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan.   Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.

Granulosit

Disebut juga leukosit granular terdiri daripada:

- Neutrofil

Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus / glandula, banyaknya 60% -50%.

- Eusinofil

Saiz dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dan sitoplasmanya lebih besar, banyaknya kira-kira 24%.

- Basofil

Sel ini kecil dari eusinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar.   Banyaknya setengah bahagian dari sumsum merah, fungsinya tidak diketahui.

3.   Sel Pembeku (Trombosit)

Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.

Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah.   Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul pendarahan yang terus-menerus.   Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis.   Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.

Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya peristiwa pembekuan darah, iaitu Ca2 + dan fibrinogen.Fibrinogen mula bekerja apabila tubuh mendapat luka.   ketika kita luka maka darah akan keluar, trombosit pecah dan mengeluarkan bahan yang dinamakan trombokinase.   Trombokinasi ini akan bertemu dengan protrombin dengan pertolongan Ca2 + akan menjadi trombin.   Trombin akan bertemu dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk rangkaian yang tidak teratur letaknya, yang akan menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan.   Protrombin di buat di dalam hati dan untuk membuatnya diperlukan vitamin K, dengan demikian vitamin K penting untuk pembekuan darah.

Plasma Darah

Bahagian cecair darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan, merupakan media peredaran elemen-elemen darah yang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembeku darah juga sebagai media pengangkutan bahan organik dan tak organik dari suatu rangkaian atau organ.

Pada penyakit buah pinggang plasma albumin turun sehingga terdapat kebocoran albumin yang besar melalui glomerulus ginjal.   Hampir 90% dari plasma darah terdiri dari air, di samping itu terdapat pula bahan-bahan lain yang larut di dalamnya.

STRUKTUR DARAH

Sel darah merah / Red Blood Cell (RBC) adalah bio-cekung dalam bentuk untuk memberikan luas maksimum permukaan untuk penyerapan oksigen. 

Mereka mengandungi hemoglobin yang bila dikombinasikan dengan oksigen membuat oksihemoglobin yang adalah apa yang memberikan warna cerah  darah merah.

(RBC) tidak memiliki inti untuk membuat lebih banyak ruang untuk Hemoglobin.(RBC) sangat kecil. Mereka hanya 1 / 25, ooo dari besar inci. Mereka juga sangat fleksibel untuk memungkinkan mereka untuk  menekan ada cara melalui ruang kecil.

A (RBC) memiliki rentang hidup aprox 120 hari dan kemudian  dihancurkan oleh sel-sel fagosit.Sel-sel lama yang rosak terus diganti dengan yang baru (RBC) yang dibuat di sumsum tulang.

KOMPONEN PLASMA DAN FUNGSINYA

Plasma terdiri dari terutama air, tetapi juga membawa sel darah merah, sel darah putih, trombosit, karbon dioksida,urea, hormon, antibodi dan antitoxins dan nutrisi seperti asid amino dan glukosa.

Sel darah merah.

Ini membawa oksigen dari paru ke semua sel dalam tubuh,dalam bentuk oxyheamoglobin. Mereka juga membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru dari sel untuk expirated.

Sel darah putih.

Sel darah putih melindungi tubuh terhadap penyakit. Mereka melakukan ini dengan  memakan  organisme mikro yang buruk dan dengan memproduksi anti-tubuh yang melawan bacteria dan  anti  racun  yang meneutralkan racun yang dikeluarkan bakteria ke dalam tubuh.

Trombosit.

Trombosit adalah bit sangat kecil sel. Mereka mengapung di sekitar dalam plasma dan diperlukan untuk membantu bekuan darah dan membentuk keropeng yang menghentikan kehilangan darah dan  mencegah infeksi dari memasuki tubuh.

Urea.

Urea disekresi oleh hati dan diekskresikan dalam jumlahkecil dalam keringat dan juga dalam urin.

Hormon.

Hormon adalah 'pembawa pesan kimiawi' yang dibawa dalam darah. Mereka diproduksi oleh kelenjar  endokrin dan hanya memiliki efek pada sel target.

Nutrisi.

Ini diperlukan oleh tubuh untuk memperbaiki dan untuk menyediakan energi. Beberapa zat larut dalam  air dalam darah dan dibawa dalam'solusi' dan beberapa tidak larut dan dibawa dalam'suspensi'

DARAH MANUSIA

Darah manusia adalah cecair tisu; fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen diperlukan untuk hidup diseluruh tubuh... 

Darah juga membekalkan tisu dengan zat, menyingkir bahan kumuhan, dan mengandungi pelbagai bahan sistem imunisasi bertujuan mempertahankan badan dari jangkitan kuman. Hormon endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila di oksigen kepada merah tua apabila tiada oksigen. Warnanya disebabkan oleh hemoglobin, protein pernafasan (respiratory protein) yang mempunyai besi dalam bentuk heme, tempat oksigen bergabung.

Darah beredar dalam saluran darah dan dikitarkan oleh jantung, pam otot. Darah melalui paru-paru untuk dioksigenkan, dan dikitarkan seluruh tubuh oleh salur arteri. Darah mengedarkan oksigen keseluruh badan melalui saluran halus darah yang dipanggil kapillari. Darah kemudian kembali ke jantung melalui vein.

Lihat sistem kitaran untuk gambaran terperinci mengenai kitaran ini.

Darah juga mengangkut bahan kumuhan metabolik, dadah dan bahan kimia asing kepada hati untuk diuraikan dan kepada buah pinggang untuk disingkirkan sebagai air kencing.

Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskel corpuscles; yang membentuk 45% bahagian daripada darah. 55% yang lain adalah plasma darah, cecair kekuningan yang membentuk medium cecair darah. Korpuskel adalah:

Sel darah merah atau erythrokytes (sekitar 99%). Korpuskel tidak mempunyai nukleus sel dan organelle, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Korpuskel mengandungi hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga bertanggungjawab bagi sistem jenis darah.

Platelet atau thrombokytes (0.6 - 1.0%), bertanggungjawab untuk pembekuan darah.

Sel darah putih atau leukokytes (0.2%), merupakan sebahagian daripada sistem imunisasi; dan bertugas untuk memusnahkan agen jangkitan.

Plasma darah pada asasnya larutan air yang mengandungi :-

albumin

bahan pembekuan darah

immunoglobin (antibodi)

hormone

pelbagai jenis protein

pelbagai garam

Keseluruhannya, plasma dan korpuskel membentuk cecair yang ciri alirannya unik bersesuaian dengan rekabentuk pembuluh darah.

KESIHATAN

Beberapa masalah kesihatan berkait dengan darah.

Luka boleh menyebabkan kehilangan darah teruk. The thrombocytes menyebabkan darah membeku, menghalang luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk menghalang exsanguination. Kerosakan pada organ dalaman boleh menyebabkan luka dalaman yang teruk atau hemorrhage.

hemofilia merupakan kecacatan genetik yang menyebabkan kegagalan berfungsi "disfungsi" dalam mekanisma pembekuan darah seseorang. Ini menjadikan luka kecil mampu berubah mengancam nyawa, tetapi biasanya menyebabkan hemarthrosis, atau pendarahan pada sendi, yang boleh melumpuhkan.

Leukemia merupakan kumpulan barah tisu pembentuk darah.

Pendarahan teruk, sama ada melalui kemalangan atau tidak (seperti semasa pembedahan), dan juga sesetengah penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, memerlukan pemindahan darah. Beberapa buah negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk pemindahan darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah serasi dengan penderma.

Darah merupakan cara "vektor" penjangkitan. Salah satu contoh penyakit bawaan darah yang diketahui ramai adalah AIDS, yang mana virus HIV, dipindahkan melalui sentuhan antara darah dengan darah, air mani "sperma", atau cecair badan orang yang dijangkiti. Disebabkan oleh jangkitan melalui darah, objek berdarah dianggap ancaman bio "biohazard".